MINARTI (306.11.24.001)

Mid Tes mata kuliah BTR. Protista dan bakteri

Answer the following questions to better understand the Protist Kingdom and Kingdoms Archaebacteria and Eubacteria dan yang penting apa alasan sdr memilih jawaban tsb. Jawaban dikumpul via blog: balittra32@wordpress.com. Paling lambat sabtu tgl 15 des sudah masuk.

1. 1. Which of the following is a characteristic of most protists? (1 point)

They are unable to move on their own.

They can be seen with the unaided eye.

They lack a nucleus and many other cell structures.

Protista merupakan makhluk hidup yang men\miliki sel eukariotik yang tersusun atas satu sel (Uniseluler) dan banyak sel (multiseluler) mereka bergerak dengan bantuan kaki semu, bulu getar tetapi ada juga yg tidak bergerak (menempel). Mereka tidak dapat di amati dengan mata telanjang dan memiliki nukleus dengan banyak struktur sel lainnya karena dapat melakukan proses metebolisme sendiri

They are unicellular.

2. Which structure helps a freshwater protist get rid of excess water? (1 point)

food vacuole

contractile vacuole merupakan organ untuk menjaga tekanan air pada tubuh protista, contohnya paramecium

macronucleus

cilium

3. Malaria is caused by a type of… (1 point)

Sporozoan sporozoan merupakan benih dari salah satu kelompok protista yang tidak memiliki alat gerak, yaitu sporozoa. Sporozon ini dibawa oleh nyamuk Anopheles yang merupakan penyebab penyakit Malaria.

sacrodine

dinoflagellate

zooflagellate

4. Which of the following uses cilia to move? (1 point)

euglena

ameoba

Paramecium Karena paramecium merupakan jenis protista yang bergerak bulu getar (ciliata)

Plasmodium

5. Which of the following is considered to be an animal-like protist? (1 point)

slime mold

Amoeba Karena cirri-ciri yang paling menonjol dari amoeba adalah mirip hewan dan tidak memiliki klorofil.

euglena

dinoflagellate

6. Animnal-like protists… (1 point)

have a thick cell wall.

produce about 70% of the Earth’s supply of oxygen.

are responsible for red tides.

are heterotrophs. . Karena tidak bisa membuat makanan sendiri.

7. Which is not a type of plant-like protists? (1 point)

Zooflagellate adalah flagellata yang tidak berkloroplas dan menyerupai hewan dan bukan merupakan jenis protista mirip tumbuhan karena tidak miliki kloroplas yang dapat berfotosintesis

dinoflagellate

phytoflagellate

diatom

8. Radiolarians, forminiferans, and ameobas belong to the group of protists known as… (1 point)

ciliates

Sarcodines karena mereka memiliki alt gerak berupa bulu cambuk (Rhizopoda)

sporozoans

euglenas

9. Slime molds… (1 point)

are always unicellular.

are autotrophs. karena dapat membuat makanan sendiri.

are concidered to be animal-like protists.

form structures called fruiting bodies.

10. Fungus-like protists are also known as protozoa. (1 point)

true

false
Kingdom Protista sering dikatakan makhluk hidup yang mempunyai bentuk campuran (mixed metamorf), kadang-kadang dapat berbentuk seperti tumbuhan karena dapat berfotosintesis, tetapi ada juga yang dapat bergerak seperti hewan. Jamur hidup parasit pada organisme lain.

11. The euglena is considered a plant-like protists. (1 point)

true

false
karena euglena memiliki kroloplas yang mengandung klorofil untuk berfotosintesis seperti euglena viridis, adapula eulena yang tidak berkloroplas seperti astasia.

12. The African sleeping sickness is caused by ciliates. (1 point)

True Penyakit tidur di Afrika disebabkan oleh Trypanosoma brucei gambiense dan Trypanosoma brucei rhodesiense. Spesies ini tergolong dalam protista yang menyerupai hewan (protozoa) dan tergolong ke dalam kelas flagellata (Mastigophora) yang bergerak dengan flagella (cambuk).

false

13. The first protists probably developed from a symbiosis among several kinds of bacteria. (1 point)

true

false
karena protista diklasifikasikan oleh ada tidaknya membran inti sel yang memilki membran inti disebut sel eukariotik sedangkan sel yang tidak memiki membran inti disebut sel prokariotik sedangkan bakteri memilki sel prokariotik.
14. Paramecia swim using flagella. (1 point)

true

false
karena paramecium berenang menggunakan Cilia sebagai alat geraknya.
15. The kingdom protista can be divided into three subgroups, animal-like, plant-like, and fungus-like. (1 point)

True makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan sehingga protista dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu protista tumbuhan, hewan dan jamur.

false

16. The Animal-like and plant-like protists are both heterotrophs. (1 point)

true

false
karena protista mirip hewan mendapatkan makanan dengan cara heterotrof sedangkan protista mirip tanaman mendapatkan makanan dengan cara autotrof.

17. Diatoms are categorized as plant-like protists. (1 point)

True Diatom merupakan jenis ganggang termasuk chromophyta. kormophyta adalah suatu tumbuhan yang memiliki struktur tubuh dilapisi sel yang telah mempunyai spesialisasi.

false

18. All sporozoans are parasites that feed on the cells and body fluids of their hosts. (1 point)

True karena sporozoa merupakan suatu benih yang pergerakannya dilakukan dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya dari tubuh nyamuk ke dalam hati manusia melalui gigitan nyamuk pada saluran darah manusia.

false

19. Sarcodines contain pseudopods, which are extensions of their cell membrane and cytoplasm. (1 point)

True karena sarcodines merupakan salah satu entamoeba yang bersifat parasit pada tubuh organisme.jadi entamoba merupakan jenis amoeba yang alat geraknya menggunakan kaki semu (pseudopods).

false

20. Ciliates have long whiplike projections called flagella on the outside of their cells. (1 point)

true

false
karena cilia merupakan alat gerak yang berupa bului getar bukan bulu cambuk (flagel).

21. These animal-like protists are responsible for a number of diseases in humans and animals. (1 point)

sarcodines

ciliates

zooflagellates

Sporozoans karena hidup parasit pada tubuh manusia dan membutuhkan manusia sebagai tempat perkembang biakannya.

22. A symbiotic relationship between two organisms can be good or bad. What do we call the bad or harmful symbiotic relationship? (1 point)

mutual symbiosis

parasitic symbiosis karena hidup parasit pada tubuh manusia dan membutuhkan manusia sebagai tempat perkembang biakannya.

torture symbiosis

mean symbiosis

23. Protists can be defined as single-celled organisms that do not contain a nucleus. (1 point)

true

false
karena protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi.
24. The protists evolved around 1.5 b.y.a. (1 point)

true

false
Sekitar pada tahun 1969 oleh Robert H. Whittaker
25. The animal-like protists are group together because they share the following characteristics: cells contain nucleus, lack cell wall, and they are heterotrophic. (1 point)

true

false
karena sebagian protista ada yang memiliki inti sel yang berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung dio dalam sel dan ada yang bersifat autotrof (memiliki klprofil untuk dapat berfotosintesis).

1
1. The Kingdoms Archaebacteria and Eubacteria both contain organisms that have membrane-bound organelles and nuclei.
A)
True karena kingdom Archaebacteria dan Eubacteria dulunya merupakan satru kingdom yaitu kingdom monera.
B)
False

2
2. The first land plants to have evolved were:
A)
a. mosses, liverworts, and hornworts karena klasifikasi pada tumbuhan terbagi menjadi tumbuhan berpembuluh dan bryophyta (lumut daun, hati dan tanduk).

B)
b. flowering plants
C)
c. ferns and conifers
D)
d. bacteria and algae
E)
e. both b and c

3
3. Which organisms were once classified as plants in the old two-kingdom system?
A)
a. algae
B)
b. aquatic invertebrates
C)
c. fungi karena jamur dulunya di klasifikasikan dalam kelompok tumbuhan namun jamur tidak dapat membuat makanan sendiri berarti tumbuhan berbeda dengan jamur, maka para ahli taksonomi membedakan antara jamur dan tumbuhan.
D)
d. all of the above
E)
e. only a and c are correct

4
4. One feature that is common in all land plants is
A)
a. they evolved 10,000 years ago.
B)
b. they only occur on land. Karena tempat tumbuhnya tanaman tanah hanya di darat yang tidak tergenang air.

C)
c. they all have prokaryotic cells.
D)
d. they all retain the fertilized embryo.
E)
e. they all have vascular tissues

5
5. During alternation of generations, fertilization gives rise to the _______ generation, and meiosis gives rise to the _________ generation.
A)
a. diploid, haploid
B)
b. sporophyte, gametophyte
C)
c. haploid, diploid
D)
d. isogamous, anisogamous
E)
e. both a and b are correct karena Sporofit adalah fase bantalan spora atau generasi dalam siklus hidup tanaman. Fase sporophytic dan fase game- tophytic terjadi secara alternatif. Dan miosis
adalah proses seluler yang membelah sel diploid hingga membentuk sel gamet haploid.

6
6. In mosses, the rich carpet of leafy green growth belongs to _____________.
A)
a. the gametophyte generation. Karena merupakan gametofit fase daur hidup tumbuhan yang mempunyai inti sel haploid.

B)
b. the diploid thallus.
C)
c. the sporophyte generation.
D)
d. both b and c.
E)
e. none of the above

7
7. The moss sporophyte consists of a capsule and stalk embedded in the female gametophyte.
A)
True
B)
False sporangium dibentuk dalam kerucut. Dengan menyimpan gametifit betina di dalam jaringan sporofit tetua, maka kelembaban dari luar tidak tidak diperlukan lagi pembuahan. Serbuk sari terbawa angin kepada kerucut betina.

8
8. In the Division Pterophyta, the ________ is the dominant stage.
A)
a. sporophyte adalah fase bantalan spora atau generasi dalam siklus hidup tanaman. Fase sporophytic dan fase game- tophytic terjadi secara alternatif.

B)
b. sorus
C)
c. protonema
D)
d. gametophyte
E)
e. rhizome

9
9. Microsporangia in the Division Coniferophyta produce
A)
a. microspores. Karena microsporangia menghasilkan mikrospora.
B)
b. pollen grains.
C)
c. the male gametophyte.
D)
d. seed cones.
E)
e. only a, b, and c.

10
10. In the Division Coniferophyta, four megaspores are produced during meiosis, and each one ultimately develops into an embryo.
A)
True
B)
False karena divisi coniferophyta merupakan jenis kelompok tumbuhan tinggi yang dapat menghasilkan spora dan tidak berkembang menja di embrio.

11
11. Which division contains acid-loving plants that can convert a wetland into a bog?
A)
a. Ginkgophyta
B)
b. Bryophyta karena dapat hidup di air sedangkan yang lainnya merupakan tanaman yang hidup endemik di darat.

C)
c. Pterophyta
D)
d. Magnoliophyta
E)
e. Coniferophyta

12
12. Which of the following is NOT a use of sphagnum moss?
A)
a. heating fuel karena Sphagnum Moss memiliki beberapa kelebihan, antara lain : 1) dapat menyerap air dan mempertahankan air dengan baik, 2) menjaga kelembapan media dan lingkungan sekitar anggrek, 3) dapat menyerap dan menyimpan pupuk, walapun pemupukan anggrek melalui daun tidak intensif.
B)
b. potting and bedding material in gardening
C)
c. thickening agent in food preparation
D)
d. dressing for wounds
E)
e. none of the above

13
13. Sphenophyta, Lycophyta, Pterophyta, and Psilophyta are similar in that they are all spore-producing vascular plants.
A)
True
B)
False karena hanya pterophyta tanaman yang berpembuluh.

14
14. The most primitive vascular plants belong to Division
A)
a. Bryophyta.
B)
b. Magnoliophyta.
C)
c. Gnetophyta.
D)
d. Psilophyta.
E)
e. Cycadophyta. Karena merupakan tumbuhan priomitif dari Divisi gymnospermae dan memilki ciri khas bentuk yang menyerupai palem.

15
15. The term “gymnosperm” refers to the ability of conifers, or evergreens, to retain their leaves for photosynthesis throughout the entire year.
A)
True contohnya pada kelas coniferophyta genus araucaria yang memiliki ciri-ciri sebagai tanaman sepanjang taun atau evergreen
B)
False

16
16. The Wollemi pine is considered a living fossil because its “cone” resembles a fruit, thus making it difficult to classify as a gymnosperm or angiosperm.
A)
True karena pinus wollemi meiliki yang hampir mirip dengan angiospermae padahal ia termasuk divisi gymnospermae.
B)
False

17
17. Plants having seed cones and pollen cones on separate individuals are referred to as ________.
A)
a. dioecious
B)
b. gametophytes
C)
c. monoecious
D)
d. cycasins
E)
e. bisexual karena memiliki strobilus atau alat kelamin terpisah atau alat kelamin berada di tanaman yang berbeda.

18
18. Which division contains plants that produce neurological toxins, such as BMAA?
A)
a. Gnetophyta
B)
b. Sphenophyta
C)
c. Cycadophyta karena selurung bagian tubuhnya mengandung bahan2-bahan neurotoksin dan karsinogen.

D)
d. Ginkgophyta
E)
e. Coniferophyta

19
19. Ginkgo biloba is the only remaining species of its genus and is used as a remedy for short-term memory loss.
A)
True karena zaman dulu dapat menyababkan penyakit amnesia atau Alzaimer

B)
False

20
20. Fossilized tree resin, or amber, is an excellent source of ancient DNA because the resin dries and fixes living tissue and inhibits bacterial decomposition.
A)
True karena Resin atau damar adalah suatu campuran yang kompleks dari sekret tumbuh-tumbuhan dan insekta, biasanya berbentuk padat dan amorf dan merupakan hasil terakhir dari metabolisme dan di bentuk diruang-ruang skizogen dan skizolisigen. Banyak penyelidik percaya bahwa resin adalah hasil oksidasi dari terpen-terpen
B)
False

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

RPS Met Pend.

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNLAM SEMESTER GENAP
TAHUN AKADEMIK 2011/2012

A. Identitas matakuliah
1. Matakuliah : Penelitian Pendidikan Biologi
2. No. kode :
3. Bobot SKS/JS : 3/3
4. Semester : VI
5. Prasyarat :
6. Pembina : Dr. H. Muhammad Zaini M.Pd.
Drs. Akhmad Naparin, M.Si

C. Tujuan
Mahasiswa memahami berbagai prinsip dan prosedur dalam penelitian pengajaran biologi sebagai dasar bagi pengembangan kemampuan menyelesaikan tugas akhir (skripsi) dan memahami serta memanfaatkan hasil penelitian dalam rangka penyempurnaan pembelajaran biologi yang menjadi tugasnya.

D. Pelaksanaan Pembelajaran
1. Metode: ceramah, diskusi, penugasan
2. Kegiatan belajar:
Tatap muka : 16 kali
Tugas terstruktur:
a. Menyajikan presentasi kelompok di depan kelas
b. Menyelesaikan tugas BKPM.
c .Menyampaikan proposal penelitian

3. Evaluasi:
a. Kehadiran dan aktivitas di kelas
b. Penilaian kegiatan terstruktur
c. Penilaian ujian akhir dan perbaikan

4. Bahan Bacaan

Ary, Donald 1982. Pengantar Penelitian dalam Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional (terjemahan)

Arikunto, Suharsimi. 1987. Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bina Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 1987. Managemen Penelitian. Jakarta: Bina Aksara.

Buku Pegangan Kuliah Mahasiswa
Hasan, Zaini. 1991. Perumusan Masalah, Hipotesis dan Variabel. Makalah untuk Lokakarya Penelitian tingkat Dasar angkatan XIII. Malang: Puslit IKIP Malang

Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unlam. 2000. Petunjuk Penyusunan Skripsi. Hasil Lokakarya Petunjuk Penyusunan Skripsi kerjasama Jurusan PMIPA dengan Higher Education Development Services (HEDS) tanggal l7 – 12 Agustus 2000.

Koentjaraningkat. 1989. Metode-metode Penelitian masyarakat. Jakarta: P.T. Gramedia.

Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofian. 1995. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

Surakhmad, Winarno. 1985. Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung: Tarsito

Utomo, Tjipto dan Kees Ruijter. 1990. Peningkatan dan Pengembangan Pendidikan. Cetakan ketiga. Jakarta: P.T. Gramedia.

Banjarmasin, Pebruari 2012
Pembina matakuliah,

Dr. H. Muhammad Zaini, M.Pd

Drs.H. Akhmad Naparin, M.Si

,
.

Perte-muan
Pokok/Sub Pokok Bahasan Tugas Terstruktur

1.

2.

3.

4.

5-6.

7. PENYAMPAIAN RPS
Penyampaian Buku Pegangan Kuliah Mahasiswa

PENDEKATAN ILMIAH DALAM PENELITIAN
Sumber Pengetahuan
Hakekat Ilmu
Hakekat Penelitian
Metodologi Penelitian dalam Pendidikan

PERANAN DAN JENIS PENELITIAN
Peranan Penelitian
Jenis Penelitian, berdasarkan (metode yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data, tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat, variabel waktu
Klasifikasi Skripsi (hasil penelitian lapangan, laboratorium, kajian pustaka, pengembangan)

METODE PENELITIAN
Metode yang dianut dalam pengumpulan dan analisis data (eksperimental, ex-post-facto atau kausal-komparatif, deskriftif, historis)
Menurut tujuan (eksploratif baik dasar maupun terapan, developmental atau penelitian dan pengembangan, verifikatif atau penelitian kaji tindak.

DESAIN PENELITIAN
Masalah penelitian (hakekat masalah penelitian, sumber masalah penelitian, mengevaluasi masalah penelitian, merumuskan masalah penelitian)
Hipotesis (pentingnya menyusun hipotesis, cara memperoleh hipotesis, ciri hipotesis yang baik, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis)

STUDI KEPUSTAKAAN
Pentingnya tinjauan pustaka, Sumber referensi, Membuat catatan hasil bacaan, Merangkai hasil bacaan

Menyiapkan bahan belajar

Pelajari buku-buku yang relevan, dan senantiasa melengkapi BKPM

Sampaikan pokok-pokok pikiran yang akan dijadikan topik skripsi sesuai bidang masing-masing (tugas ini merupakan cikal bakal yang akan dijadikan proposal penelitian dan selalu disempurnakan)

Tetapkan jenis penelitian skripsi yang akan diselesaikan

Jika penelitian eksperimen, tetapkan rancangannya, dan jika non eksperimen tetapkan jenis penelitiannya.

Pelajari cara-cara penelusuran sumber pustaka

Perte-muan
Pokok/Sub Pokok Bahasan Tugas Terstruktur

8.

9.

10.

11-12.

13.

14

15.

16. TES I

PENGUMPULAN DATA
Cara memperoleh data (data primer dan data sekunder), Alat pengukur dalam penelitian, Wawancara dan kuesioner, Tes, Ukuran kepribadian, Teknis sosiometris, Observasi

TEKNIK SAMPLING
Acak sederhana, Berlapis, Berkelompok, Sistematis

PENELITIAN EKSPERIMEN DAN KUASI EKSPERIMEN
Ciri-ciri penelitian eksperimen, Cara pengendalian perbedaan subyek, Cara pengendalian perbedaan situasional, Desain eksperimental, Validitas internal dan eksternal, Desain pra-eksperimen, Desain eksperimen sejati, Desain eksperimen semu

PETUNJUK UMUM PENULISAN USUL PENELITIAN
Pentingnya usulan penelitian, Kerangka usulan penelitian, Kriteria menilai usulan penelitian, Kode etik penelitian

BEBERAPA TEKNIK STATISTIK DALAM ANALISIS
Statistik deskriptif (menyusun data penelitian, ukuran kecenderungan memusat, ukuran keragaman, skor baku, kurva normal, korelasi), Statistik inferensial (kesalahan penarikan sampel, macam kesalahan, taraf signifikansi, uji – t, anava, khi kuadrat)

MENGANALISIS, MENAFSIRKAN, MELAPORKAN, DAN MENULIS HASIL PENELITIAN
Analisis data, Prinsip-prinsip penafsiran, Laporan penelitian, Kesalahan umum dalam laporan penelitian

Tes II
Sampaikan hasil print out BKPM sesuai batas materi perkuliahan

Rumuskan cara pengumpulan data, sesuai dengan usulan penelitian.

Tentukan jenis penarikan sampling, jika penelitian eksperimen maupun deskriptif

Pelajari berbagai ragam penelitian eksperimen sejati maupun eksperimen semu.

Pergunaan buku ini senantiasa, ketika saudara menulis usulan penelitian.

Tentutkan ragam statistik yang sesuai dengan topic skripsi, Gunakan berbagai ragam aplikasi computer.

Pelajari laporan penelitian orang lain, lakukan analisis kritis untuk mncari kelemahan yang akan dijadikan perbaikan skripsi

Print out seluruh isi BKPM kemudian dijilid dan serahkan ke Pembina matakuliah.

Kumpulkan tugas akhir

Posted in Uncategorized | Leave a comment

RPS Pengantar Genetika

RENCANA PERKULIAHAN SEMESTER
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNLAM BANJARMASIN
Semester genap tahun akademik 2011/2012

A. Identitas matakuliah
1. Matakuliah : Genetika
2. No. kode :
3. Bobot SKS/JS : 3(1)
4. Semester : IV
5. Prasyarat :
6. Pembina : Dr. H. Muhammad Zaini, M.Pd.

B. Silabus matakuliah
Dalam matakuliah ini akan dibahas: 1) Pengertian variasi, modifikasi, mutasi kromosom dan gen. 2) Pewarisan menurut Mendel, prinsip segregasi, dominasi, dan resesif. 3) Prinsip pemisahan bebas: determinasi seks, 4) Interaksi gen: epistasis, 5) Probabilitas, 6) Seks dan pewarisan sifat: determinasi seks, kromosom seksa, peranan kromosom Y, sifat terpaut kelamin, 7) Pautan dan pindah silang: pautan, pindah silang, pindah silang pada meiosis, pautan dan kromosom, faktor yang mempengaruhi pautan, 8) Kode genetika, 9) Peta kromosom: susunan gen pada kromosom, cara pembuatan peta, peta pada Drosophila, manusia, 10. Aberasi kromosom: definisi, duplikasi, translokasi, inversi, arti aberasi kromosom bagi evolusi

C. Tujuan

D. Pelaksanaan Pembelajaran
1. Metode: ceramah, diskusi, penugasan, kulsponsi.
2. Kegiatan belajar:
Tatap muka : 16 kali
Tugas terstruktur:
a.menyelesaikan tugas-tugas latihan
b. menyajikan presentasi di depan kelas
c. menyelesaikan tugas akhir pokok bahasan.

3. Evaluasi:
a. Kehadiran dan aktivitas di kelas
b. Penilaian kegiatan terstruktur
c. Penilaian ujian akhir dan perbaikan
d. Presentasi laporan kegiatan

4. Kepustakaan
Banjarmasin 2 Pebruari 2012
Pembina matakuliah,

Dr. H. Muhammad Zaini, M.Pd

5. Rencana Perkuliahan
Perte muan
Ke Standar kompetensi Kompetensi Dasar Materi Pokok Buku Sumber/ Bahan/Alat
1 2 3 4 5
1

2

1. Mahasiswa memahami mutasi, variasi, dan modifikasi, serta penyebab mutasi dan proses gametogenesis, mitosis, dan meiosis

2. Agar mahasiswa memahami prinsif penyilangan monohibrid pada tumbuhan, dan hewan serta memahami rasio fenotipik dan genotipik.

1. Mendiskripsikan mutasi, variasi, dan modifikasi
2. Menyebutkan penyebab mutasi
3. Menjelaskan proses gametogenesis
4. Membedakan mitosis dengan meiosis

1. Mendiskripkan pengertian penyilangan monohibrid pada hewan
2. Menjelaskan pengertian penyilangan monohibrid pada tumbuhan
3. Bagaimana cara mendapatkan rasio fenotipik
4. Menjelaskan cara mendapatkan rasio genotipik
5. Membedakan sifat fenotipik dan genotipik.

1. Mutasi, Variasi, dan Modifikasi

2. Persilangan monohibrid pada tumbuhan dan hewan

Buku 1 hal 261 – 298
LCD
Diskusi informasi

Buku 1 hal 73 – 79
LCD
Diskusi informasi

1 2 3 4 5
3

4

5

3. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian backcross, testcross, dan prinsif dominan penuh dan tak penuh serta resesif.

4. Mahasiswa mampu memahami penyilangan dihibrid, polihibrid, dan terbentuknya gamet pada F1 dan F2

5. Mahasiswa mampu menjelaskan interaksi pada pasangan gen, serta macam-macam bentuk-bentuk epistasis,

1. Mendiskripsikan pengertian backcross
2. Menjelakan testcross
3. membedakan prinsif dominan penuh dengan dominan tak penuh
4. Membedakan prinsif dominan dengan prinsif resesif

1. Menjelaskan penyilangan dihibrida
2. Menjelaskan penyilangan polihibrid
3. Menjelaskan terbentuknya gamet pada F1 dan F2

1. Menjelaskan interaksi pasangan gen
2. Bentuk-bentuk epistasis
3. Menunjukan perbandingan atau rasio fenotif pada interaksi pasangan gen
4. Membedakan rasio fenotipik pada epistasis resesif
5. Membedakan rasio fenotipik pada epistasis 1. Backross, Testcross, dominan dan resesif

2. Penyilangan dihibrid dan penyilangan polihibrid

5. Interaksi gen, epistasis, dan rasio fenotifnya Buku 1 hal 99 – 116
LCD
Kulponsi

Buku 1 hal 99 – 116
LCD
Diskusi

Buku 1 hal 217 – 238

LCD
Kulponsi

1 2 3 4 5
6

7 – 8

9 6. Mahasiswa mampu memahami probabilitas pada pelemparan mata uang, dadu, dan pada jenis kelamin bayi yang dilahirkan.

7. Mahasiswa dapat menjelaskan alel ganda pada hewan, manusia, dan tumbuhan serta gen ganda

8. Mahasiswa mampu menjelaskan kromosom seks dengan kromosom soma (antasom) dan peranannya kromosom y pada manusia

1. Menjelaskan probabilitas pada pelemparan mata uang
2. Menjelaskan probabilitas pada pelemparan dadu
3. Menjelaskan probabilitas kelahiran bayi

1. Menjelaskan alel ganda pada hewan
2. Menjelaskan alel ganda pada manusia
3. Menjelaskan alel ganda pada tumbuhan
4. Menjelaskan gen ganda

1. Menjelaskan kromosom seks pada hewan
2. Membedakan kromosom seks dengan kromosom soma (antasom)
3. Menjelaskan peranan kromosom Y pada manusia

6. Macam-Macam Probabilitas

7. Alel Ganda dan Gen Ganda

8. Seks dan pewarisan sifat,
Buku 1 hal 117 – 130

Diskusi

Buku 1 hal 197 – 209
LCD
Kulponsi

Buku 1 hal 161 – 180
LCD
Kulponsi

1 2 3 4 5
10

11

12, 13

14

9. Mahasiswa dapat membedakan pautan, pindah silang dan membuat diagram pindah silang pada Drosophila

10. Mahasiswa mampu membedakan kodon dengan anti kodon, duplikasi, transkripsi, translasi

11. Mahasiswa dapat membuat peta/susunan gen pada kromosom

12. Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian aberasi, translokasi, inversi kromosom 1. Menjelaskan pautan
2. Menjelaskan pindah silang
3. Membedakan pautan dengan pindah silang
4. Menunjukkan sifat terpaut seks
5. Membuat diagram pindah silang pada Drosophila

1. Membedakan kodon dengan anti kodon
2. Menjelaskan Duplikasi
3. Menjelaskan Transkripsi
4. Menjelaskan translasi

1. Menjelaskan susunan gen pada kromosom
2. Membuat peta kromosom

1. Menjelaskan pengertian aberasi kromosom
2. Menjelaskan translokasi
3. Membedakan aberasi dengan inversi
4. Menunjukkan makna aberasi kromosom bagi evolusi 9. Pautan dan Pindah silang

10. Kode Genetik

11. Kromosom

12. Aberasi kromosom, translokasi, dan Inversi

Buku 1 hal 161 – 180

Diskusi

Buku 1 hal 181 – 186
LCD
Kulponsi

Buku 2 hal 406–442
LCD
Kulponsi

Buku 2 hal 406–442
LCD
Kulponsi

Posted in Uncategorized | Tagged | Leave a comment

UTS Strategi Belajar Mengajar

Jawban dikumpul pada saat ujian
Petunjuk: Baca dengan cermat kasus pembelajaran di bawah ini, kemudian jawab pertanyaan yang mengikutinya.

Ibu Inna mengajar di kelas 2 SMP di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh hutan. Jika kita memandangan ke arah utara dari halaman sekolah, maka akan terlihat hutan pinus di kaki pegunungan yang indah, sedangkan jika kita memandang ke arah barat, maka kita akan terpaku melihat hutan belantara yang lebat dan dekat. Burung-burung kelihatan beterbangan, karena jarak antara hutan dengan sekolah tidak terlalu jauh. Udara di sana cukup sejuk dengan hawa pegunungan yang segar.
Di kelas 2 SMP ada 13 orang siswa. Meskipun secara resmi, bahasa pengantar yang digunakan adalah Bahasa Indonesia, akan tetapi dalam berkomunikasi menggunakan bahasa daerah setempat, tidak terkecuali gurunya. Oleh karena itu nuansa daerah sangat terasa, baik di dalam maupun di luar kelas. Ketika seorang tamu dari luar daerah bertanya kepada para siswa, mereka menjawab dengan Bahasa Indonesia yang patah-patah, sehingga sukar dipahami maksudnya. Bu Inna membantu memperbaiki jawaban siswa tersebut, sehingga dapat dipahami oleh tamu.
Suatu hari, dalam pelajaran IPA, salah satu topik yang akan disampaikan adalah hutan homogen dan hutan heterogen. Seperti biasa, ketika masuk kelas, Bu Inna mengucap salam yang disambut dengan salam serempak oleh para siswa. Kemudia Bu Inna meminta para siswa mengeluarkan buku IPA, dan selanjutnya Bu Inna memulai pelajaran dengan menuliskan subtopik hutan homogen dan hutan heterogen. Setelah itu, terjadi peristiwa di bawah ini.
Bu Inna: “Para siswa, hari ini kita belajar tentang hutan homogen dan hutan heterogen. Siapa yang tahu apa itu hutan homogen dan hutan heterogen? Para siswa terdiam, tidak ada yang menjawab. Sebagian dari mereka ada yang menjawab dalam bahasa daerah, tetapi jawaban tersebut ditunjukkan kepada temannya, bukan kepada guru. Setelah itu terdengar suara cekikikan.
Bu Inna: “Kalau para siswa tidak tahu, perhatikan ke papan tulis”.
Bu Inna menuliskan definisi atau pengertian hutan homogen dan hutan heterogen di papan tulis; kemudian meminta salah seorang siswa membacanya. Siswa yang ditunjuk membaca dengan terbata-bata dan ucapannya tidak begitu jelas. Bu Inna kemudian meminta para siswa mencatat definisii tersebut dan menghapalkannya. Lima menit kemudian, Bu Inna menghapus tulisan di papan tulis dan meminta para siswa secara bergilir menyebutkan apa yang dimaksud dengan hutan homogen dan hutan heterogen. Ternyata tidak ada seorang siswa yang mampu menyebutkan definisi itu dengan benar, bahkan mengucapkan kata homogen dan heterogenpun masih susah.
Bu Inna berusaha menahan amarahnya, dan meminta para siswa membaca berkali-kali catatan mereka, sehingga pada pelajaran yang akan datang, para siswa sudah hapal definisi tersebut. Pelajaran IPA dilanjutkan dengan meminta para siswa secara bergilir membaca manfaat hutan dari buku pelajaran IPA sampai waktu istirahat tiba.

Pertanyaan:
1. Sebutkan 3 penyebab para siswa tidak dapat menghapalkan definisi hutan homogen dan hutan heterogen. Jelaskan alasan sdr. mengemukakan 3 penyebab tersebut.
2. Utarakan 3 upaya yang dapat anda lakukan agar pelajaran IPA menjadi lebih bermakna.
3. Jika Anda yang menjadi Ibu Inna, bagaimana cara Anda mengajarkan topik hutan homogen dan hutan heterogen melalui pemanfaatan lingkungan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tes Akhir Bioteknologi

Kerjakan pula UTS Pengantar Bioteknologi. Jawaban sudah dikumpul hari Senin 16 Januari 2012`

Tes Akhir MK Bioteknoogi S2
Bioteknologi modern mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Menggunakan teknologi empiris dan bisa diukur.
2. Bersifat antiseptik, baik alat maupun bahan, minimal Pasteurisasi
3. Menerapkan teknologi pengadukan, agar tidak ada kontak langsung dengan substrat
4. Adanya penghembusan udara (aerobik: produksi massa, atau pada anaerobik perlu dimasukkan ke tangki fermentasi udara yang steril.
5. Ada perkembangan (inovasi) dalam pembuatan starter.
Berikan penjelasan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

UTS Pengantar Bioteknologi 2011’/2012

Biotech Animals:
Science, Benefits, Risk & Public Sentiment

Objective
In this lesson, students will: (1) Explore enhancements that can be made to animals using biotechnology, (2) consider advantages of producing GM animals, (3) research possible concerns associated with GM animals, and (4) analyze public opinion data about the use of biotech animals.

Introduction
Explain to students that genetically modified animals (also known as “GM” or “biotech” animals) are developed by to taking genetic material from one organism and inserting it into the genetic code of another. Animals have been modified to make them grow faster, produce vaccines, be more ecologically friendly, and help in biomedical research. In the case of GloFish® fluorescent fish, the first commercially available biotech animal, the fluorescence gene from a sea coral was injected into zebrafish eggs. These genes become part of the genetic makeup of the zebrafish, allowing the fluorescent color to be transmitted to all future generations. Originally, fluorescent zebrafish were produced to help find pollutants in water. The idea was that non-fluorescing fish would indicate the water was safe, whereas a fluorescing fish would indicate danger (i.e., water pollution). To show your students a diagram illustrating the procedure of producing genetically modified GloFish, please see the following web page:
http://www.glofish.com/Development_of_Transgenic_Fish.jpg.

Discussion Questions:
1. What types of traits are being modified in animals?
2. How comfortable are you with the genetic modification of animals?
3. In terms of the end result, are there any material differences between changing animals with modern biotechnology compared to changing animals over time through selective breeding? Are changes made through biotechnology more or less precise?
4. What steps are taken to ensure that biotech animals are ecologically safe?
5. Why is the genetic modification of animals controversial?
6. Do you expect that this technology will be commonplace in the future?
7. Are the arguments against GM animals scientific or ideological?
8. What are good strategies for separating fact from fiction in the debate?

Posted in Uncategorized | Leave a comment

UTS Nutrisi Gizi 2011/2012

1. Kebutuhan gizi anak-anak dan remaja lebih besar dibandingkan kebutuhan gizi usia dewasa? Bagaimana hal ini dapat dijelaskan?
2. Seorang ibu merasa bangga ketika melihat anaknya gemuk, lucu, dan banyak makan. Bagaimanakah seharusnya cara pengelolaan gizi yang baik pada usia balita agar tidak terjadi kasus obesitas dini?
3. Jelaskan kelebihan ASI (dari segi manfaat) dibandingkan dengan susu formula?
4. Pola makan Masyarakat Banjar cenderung mengandung lemak dan kurang serat sehingga memicu timbulnya kolesterol dan konstipasi serta timbulnya hipertensi. Apakah hal ini ada hubungan dengan kecenderungan gejala hipertensi? Jelaskan dan bagaimana cara pencegahannya.
5. Jelaskan pernyataan berikut ”Cara hidup yang sehat dapat dimulai dengan pola makan yang sehat juga”.
6. Kepala Dinkes Prov. Kal Sel, drg. Rosihan Adhani mengakui, penanganan masalah gizi buruk yang masih banyak terjadi, tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Bukan semata dipicu sang balita kurang makanan, tidak sedikit lantaran orang tua salah memberikan pola makan atau asupan gizi yang salah sehingga berdampak buruk bagi perkembangan anak. Jelaskan bila mungkin dengan contoh-contoh konkrit.
7. Pendidikan gizi adalah tindakan dan usaha untuk merubah pikiran serta sikap manusia sesuai dengan tujuan pendidikan gizi. Adapun cara yang paling baik dalam mengajarkan pentingnya pendidikan gizi adalah dengan menanamkan pendidikan. Masalahnya adalah beban kurikulum sudah sarat dengan materi. Rekomendasi apa yang dapat saudara kemukakan agar pendidikan gizi dapat terlaksana tanpa harus menambah beban kurikulum.
8. Setiap zat gizi memiliki fungsi yang yang berbeda. Zat gizi dapat berfungsi sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan dan mempertahankan jaringan tubuh dan sebagai pengatur/regulasi proses di dalam tubuh. Jelaskan macam-macam zat gizi tersebut, sumber, dampak kekurangan maupun kelebihan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment